Manajemen Mutu Proyek Sistem Informasi Rumah Sakit
Arga Lancana Y 5113100057
Agung Teguh S 5113100133
Anugerah Yulindra S 5113100186
Penjelasan Umum
Manajemen Mutu adalah aspek-aspek dari fungsi manajemen keseluruhan yang menetapkan dan menjalankan kebijakan mutu suatu perusahaan/organisasi. Dalam rangka mencukupkan kebutuhan pelanggan dan ketepatan waktu dengan anggaran yang hemat dan ekonomis, seorang manager proyek harus memasukkan dan mengadakan pelatihan management kualitas.
Hal hal yang menyangkut kualitas yang di maksud diatas adalah :
- Produk / pelayanan / proses pelaksanaan.
- Proses management proyek itu sendiri.
Didalam tuntutan zaman , dan dalam era persaingan bebas, kita harus banyak belajar tentang hal hal yang menyangkut proses manajemen dalam lingkungan kerja, terutama tentang pentingnya sistem dan realisasinya dalam proyek di lapangan.
Manajemen mutu dapat dianggap memiliki tiga komponen utama: perencanaan mutu, pengendalian mutu dan jaminan mutu. Manajemen mutu berfokus tidak hanya pada mutu produk, namun juga cara untuk mencapainya. Manajemen mutu menggunakan jaminan mutu dan pengendalian terhadap proses dan produk untuk mencapai mutu secara lebih konsisten.
Perencanaan Mutu
Merupakan salah satu kegiatan penting dalam manajemen mutu adalah merancang mutu dan mengkomunikasikan faktor-faktor penting yang secara langsung berperan untuk memenuhi kebutuhan customer/stakeholder. Perancangan berdasarkan eksperimen akan membantu mengidentifikasi variabel yang mempunyai pengaruh pada keseluruhan hasil suatu proses dalam suatu proyek. Banyak aspek yang mempengaruhi perancangan mutu seperti kemampuan, corak, keluaran sistem, pencapaian, keandalan, dan sebagainya.
Produk
|
Kriteria Kualitas
|
Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Pusat Pertamina
|
· Sistem mencakup fitur berikut :
o Manajemen data rumah sakit(data pasien, dokter, perawat, pegawai rumah sakit)
o Manajemen proses bisnis pada rumah sakit
o Manajemen administrasi rumah sakit
o Pembayaran administrasi pasien
o Pembuatan laporan pemasukan
o Laporan keuangan rumah sakit
o Laporan data pasien
· Aplikasi fleksibel untuk 5 tahun mendatang.
· Sistem menggunakan platform Open Source.
· Mampu diakses dengan kecepatan minimal 10 Kb/s.
|
Pengendalian Mutu
Merupakan monitoring proyek secara khusus untuk memastikan bahwa pelaksanaan proyek telah memenuhi standar mutu serta uuntuk mengidentifikasi cara meningkatkan mutu secara keseluruhan.
Keluaran dari proses pengendalian mutu yang utama adalah pengambilan keputusan, pengerjaan ulang, dan penyesuaian proses.
NNo
|
Aktivitas
|
Produk
|
Standar Mutu
|
Hasil Pengujian
|
Tindakan
|
1
|
Elisitasi Kebutuhan Sistem Informasi Keuangan
|
Informasi mengenai rumah sakit pusat pertamina
|
· Informasi mencakup lingkungan internal rumah sakit
|
100% informasi berhasil didapatkan
|
Diterima
|
Informasi stakeholder yang terlibat
|
· Informasi mencakup lingkungan internal sekolah
· Daftar stakeholder mencakup stakeholder primer dan sekunder
|
80% informasi berhasil didapatkan
|
Penyesuaian Proses
| ||
Informasi proses bisnis yang ada
|
· Proses bisnis yang diperoleh sesuai dengan kejadian yang ada
|
90% proses bisnis berhasil teridentifikasi
|
Penyesuaian Proses
| ||
Informasi struktur organisasi pegawai Rumah Sakit Pertamina dan masing-masing hak nya dalam penggunaan sistem informasi manajemen ini
|
· Informasi struktur organisasi yang diperoleh tidak hanya terdiri dari stakeholder primer maupun sekunder
|
100% informasi berhasil didapatkan
|
Diterima
| ||
Dokumen kebutuhan
|
· Kebutuhan diperoleh dari stakeholder primer dan sekunder
|
90% kebutuhan berhasil diidentifikasi
|
Penyesuaian proses
| ||
Batasan proyek
|
· 95% dari proyek, selesai dengan batasan proyek yang sudah ditentukan bersama
|
90% batasan proyek berhasil diselesaikan
|
Penyesuaian Proses
| ||
Estimasi kebutuhan dana awal
|
· Proyek selesai dengan memakan biaya < atau = anggaran biaya yang sudah diestimasi
|
100% estimasi biaya sudah dibuat
|
Diterima
| ||
Dokumentasi pertemuan
|
· 95% dari banyaknya pertemuan dengan stakeholder, didokumentasikan dengan lengkap
|
90% pertemuan terdapat dokumentasi yang lengkap
|
Diterima
| ||
Dokumentasi kebutuhan proyek
|
· Semua perubahan atau penambahan pada kebutuhan proyek, didokumentasikan
|
100% revisi kebutuhan sistem didokumentasikan
|
Diterima
| ||
2
|
Analisis Kebutuhan Sistem
|
SKPL
|
· Kebutuhan yang ada pada SKPL berdasarkan pada ekstraksi dari dokumen kebutuhan
· Kebutuhan pada SKPL diperoleh dari hasil prioritisasi kebutuhan sesuai dengan kesepakatan terhadap stakeholder
|
80% Kebutuhan sudah diidentifikasi
|
Penyesuaian Proses
|
Revisi SKPL
|
· Revisi dari SKPL hanya dapat dilakukan jika implementasinya tidak melebihi estimasi biaya maupun waktu proyek
|
100% kebutuhan sudah diidentifikasi berdasarkan revisi
|
Diterima
| ||
3
|
Desain Prototype (Interface) Sistem
|
Desain Prototype (Interface) Sistem
|
· Prototype yang dibuat akan digunakan pada implementasi
|
Prototype pertama 100% selesai.
|
Diterima
|
Desain halaman Direktur Rumah Sakit
|
· Prototype yang dibuat akan digunakan pada implementasi
|
Prototype halaman direktur rumah sakit 100% selesai.
|
Diterima
| ||
Desain halaman magerial Rumah Sakit
|
· Prototype yang dibuat akan digunakan pada implementasi
|
Prototype halaman managerial Rumah Sakit 100% selesai.
|
Diterima
| ||
Desain halaman Proses Bisnis (Transaksi dan Kuitansi)
|
· Prototype yang dibuat akan digunakan pada implementasi
|
Prototype halaman proses bisnis 90% selesai.
|
Penyesuaian proses.
| ||
4
|
Presentasi prototype kepada stakeholder
|
Feedback dari hasil presentasi
|
· Perubahan pada prototype hanya dapat dilakukan 20% dari perubahan pada feedback
|
80% prototype sudah dievaluasi
|
Penyesuaian proses.
|
Dokumen Perubahan
|
· Semua perubahan pada prototype, didokumentasikan
|
100% dokumentasi prototype sudah selesai.
|
Diterima
| ||
5
|
Konfirmasi final prototype
|
DPPL
|
· Prototype final didokumentasikan pada DPPL
|
Prototype final 100% selesai.
|
Diterima
|
6
|
Pembuatn sistem (coding)
|
Fitur pada halaman Administrator
|
· 100% fitur ini diterapkan dan selesai dalam waktu <= estimasi waktu proyek
|
90% fitur sudah selesai
|
Penyesuian proses
|
Fitur pada halaman Kepala Sekolah
|
· 100% fitur ini diterapkan dan selesai dalam waktu <= estimasi waktu proyek
|
100% fitur sudah selesai
|
Diterima
| ||
Fitur pada halaman Bendahara
|
· 100% fitur ini diterapkan dan selesai dalam waktu <= estimasi waktu proyek
|
100% fitur sudah selesai
|
Diterima
| ||
Fitur pada halaman Proses Bisnis (Transaksi dan Kuitansi)
|
· 100% fitur ini diterapkan dan selesai dalam waktu <= estimasi waktu proyek
|
100% fitur sudah selesai
|
Diterima
| ||
7
|
Presentasi sistem informasi akhir/ Testing dan Debugging
|
Skenario Pengujian
|
· Skenario pengujian dihasilkan sesuai dengan permasalahan yang ada / kemungkinan besar akan terjadi
|
95% poin-poin dari skenario yang akan diuji didapatkan
|
Penyesuaian proses
|
Testing berdasarkan skenario
|
· 100% skenario pengujian dilakukan
|
85% skenario sudah dilakukan
|
Penyesuain proses
| ||
8
|
Support
|
Dokumen SOP (System Operating Procedure) Sistem Informasi
|
· 100% Dokumen SOP dihasilkan sesuai dengan kondisi dari hasil testing
|
100% dokumen sudah terselesaikan
|
Diterima
|
Dokumen SMP (System Maintenance Procedure) Sistem Informasi
|
· 100% Dokumen SMP dihasilkan sesuai dari estimasi error yang mungkin terjadi dan error yang diperoleh dari hasil testing
|
90% dokumen sudah terselesaikan berdasarkan hasil testing
|
Penyesuaian proses
| ||
Pelatihan/sosialisasi
|
· Pelatihan/sosialisasi dihadiri oleh semua stakeholder yang berperan langsung pada sistem (primer) dan beberapa stakeholder sekunder
· Penggunaan sistem ini dapat berjalan dengan baik, maksimal seminggu setelah pelatihan/sosialisasi
|
100% pelatihan sudah dilaksanakan
sistem berjalan dengan baik selama 7 hari setelah sosialisasi
|
Dite Diterima
|
Jaminan Mutu
Merupakan evaluasi keseluruhan pencapaian proyek untuk memastikan proyek tersebut sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Jaminan mutu meliputi semua aktivitas yang berhubungan dengan bagaimana standar mutu untuk suatu proyek dapat dicapai. Sasaran dari jaminan mutu ini adalah adanya peningkatan mutu yang berkelanjutan. Benchmarking dapat digunakan untuk menghasilkan gagasan untuk peningkatan berkualitas.
Aktivitas
|
Produk
|
Standar Mutu
|
Elisitasi Kebutuhan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
|
Informasi mengenai Rumah Sakit Pusat Pertamina
|
· Informasi mencakup lingkungan internal rumah sakit
· Mampu diakses dengan kecepatan minimal 10 Kb/s.
|
Informasi stakeholder yang terlibat
|
· Informasi mencakup lingkungan internal rumah sakit
· Daftar stakeholder mencakup stakeholder primer dan sekunder
| |
Informasi proses bisnis yang ada
|
· Proses bisnis yang diperoleh sesuai dengan kejadian yang ada
| |
Informasi struktur organisasi pegawai Rumah Sakit Pusat Pertamina dan masing-masing hak nya dalam penggunaan sistem informasi manajemen ini
|
· Informasi struktur organisasi yang diperoleh tidak hanya terdiri dari stakeholder primer maupun sekunder
| |
Dokumen kebutuhan
|
· Kebutuhan diperoleh dari stakeholder primer dan sekunder
| |
Batasan proyek
|
· 95% dari proyek, selesai dengan batasan proyek yang sudah ditentukan bersama
| |
Estimasi kebutuhan dana awal
|
· Proyek selesai dengan memakan biaya < atau = anggaran biaya yang sudah diestimasi
| |
Dokumentasi pertemuan
|
· 95% dari banyaknya pertemuan dengan stakeholder, didokumentasikan dengan lengkap
| |
Dokumentasi kebutuhan proyek
|
· Semua perubahan atau penambahan pada kebutuhan proyek, didokumentasikan
| |
Analisis Kebutuhan Sistem
|
SKPL
|
· Kebutuhan yang ada pada SKPL berdasarkan pada ekstraksi dari dokumen kebutuhan
· Kebutuhan pada SKPL diperoleh dari hasil prioritisasi kebutuhan sesuai dengan kesepakatan terhadap stakeholder
|
Revisi SKPL
|
· Revisi dari SKPL hanya dapat dilakukan jika implementasinya tidak melebihi estimasi biaya maupun waktu proyek
| |
Desain Prototype (Interface) Sistem
|
Desain Prototype (Interface) Sistem
|
· Prototype yang dibuat akan digunakan pada implementasi
|
Desain halaman direktur Rumah Sakit
|
· Prototype yang dibuat akan digunakan pada implementasi
| |
Desain halaman managerial Rumah Sakit
|
· Prototype yang dibuat akan digunakan pada implementasi
| |
Desain halaman Proses Bisnis (data pasien, data transaksi, data riwat penyakit)
|
· Prototype yang dibuat akan digunakan pada implementasi
| |
Presentasi prototype kepada stakeholder
|
Feedback dari hasil presentasi
|
· Perubahan pada prototype hanya dapat dilakukan 20% dari perubahan pada feedback
|
Dokumen Perubahan
|
· Semua perubahan pada prototype, didokumentasikan
| |
Konfirmasi final prototype
|
DPPL
|
· Prototype final didokumentasikan pada DPPL
|
Pembuatan sistem (coding)
|
Fitur pada halaman Administrator
|
· 100% fitur ini diterapkan dan selesai dalam waktu <= estimasi waktu proyek
|
Fitur pada halaman Direktur Rumah Sakit
|
· 100% fitur ini diterapkan dan selesai dalam waktu <= estimasi waktu proyek
| |
Fitur pada halaman magerial Rumah Sakit
|
· 100% fitur ini diterapkan dan selesai dalam waktu <= estimasi waktu proyek
| |
Fitur pada halaman Proses Bisnis (data pasien, data transaksi, data riwayat penyakit)
|
· 100% fitur ini diterapkan dan selesai dalam waktu <= estimasi waktu proyek
| |
Presentasi sistem informasi akhir/ Testing dan Debugging
|
Skenario Pengujian
|
· Skenario pengujian dihasilkan sesuai dengan permasalahan yang ada / kemungkinan besar akan terjadi
|
Testing berdasarkan skenario
|
· 100% skenario pengujian dilakukan
| |
Support
|
Dokumen SOP (System Operating Procedure) Sistem Informasi
|
· 100% Dokumen SOP dihasilkan sesuai dengan kondisi dari hasil testing
|
Dokumen SMP (System Maintenance Procedure) Sistem Informasi
|
· 100% Dokumen SMP dihasilkan sesuai dari estimasi error yang mungkin terjadi dan error yang diperoleh dari hasil testing
| |
Pelatihan/sosialisasi
|
· Pelatihan/sosialisasi dihadiri oleh semua stakeholder yang berperan langsung pada sistem (primer) dan beberapa stakeholder sekunder
· Penggunaan sistem ini dapat berjalan dengan baik, maksimal seminggu setelah pelatihan/sosialisasi
|
Upaya Peningkatan Mutu
Beberapa usul untuk meningkatkan mutu proyek IT meliputi:
- Kepemimpinan yang memperhatikan/peduli akan mutu
- Pemahaman ongkos mutu
- Memusatkan pada faktor tempat kerja dan pengaruh organisatoris yang mempengaruhi mutu
- Mengikuti perkembangan model-model untuk meningkatkan mutu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar